LILLE, INDONESIA – LOSC Lille berhasil mengamankan satu tempat di babak playoff fase gugur Liga Eropa 2025/2026 setelah meraih kemenangan dramatis 1-0 atas SC Freiburg. Laga penentuan fase liga yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy, Jumat (30/1/2026) dini hari WIB, menjadi sorotan publik Indonesia karena penampilan solid bek Timnas, Calvin Verdonk.
Verdonk Starter, Les Dogues Raih Kemenangan Krusial
Pelatih Lille memberikan kepercayaan penuh kepada Calvin Verdonk untuk mengisi posisi bek kiri sejak menit awal. Pemain Timnas Indonesia tersebut tampil disiplin sepanjang 82 menit di lapangan, menjalankan tugasnya meredam serangan sayap Freiburg sebelum ditarik keluar sebagai bagian dari strategi taktik menyerang total.
Pertandingan Lille vs Freiburg berjalan alot dan penuh tensi, terutama bagi tim tuan rumah yang wajib meraih poin penuh untuk lolos. Meskipun Lille mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, kiper Freiburg, Noah Atubolu, berkali-kali menjadi tembok penghalang.
Kartu Merah dan Penalti Larut Jadi Penentu
Titik balik dalam laga losc vs freiburg ini terjadi pada menit ke-74. Gelandang Freiburg, Maximilian Eggestein, diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Matias Fernandez-Pardo. Keunggulan jumlah pemain ini dimanfaatkan maksimal oleh Les Dogues untuk meningkatkan intensitas serangan.
Kebuntuan akhirnya pecah di masa injury time. Pergerakan Fernandez-Pardo di kotak terlarang dihentikan paksa oleh bek Freiburg, Cyriaque Irie, yang berujung pada hadiah penalti. Striker veteran, Olivier Giroud, yang masuk sebagai pemain pengganti, dengan tenang menuntaskan tugasnya dari titik putih pada menit ke-90+2, memastikan hasil Europa League 1-0 untuk kemenangan Lille.
Lille ke Playoff, Dean James Harus Angkat Kaki
Kemenangan tipis ini sangat krusial. Lille finis di peringkat ke-18 klasemen akhir dengan 12 poin, yang cukup untuk mengamankan tempat di babak playoff fase gugur. Sementara itu, meskipun kalah, Freiburg tetap berhak lolos langsung ke Babak 16 Besar karena telah mengamankan posisi tujuh klasemen fase liga.
Di sisi lain, nasib berbeda harus dialami pemain keturunan Indonesia lainnya, Dean James. Klubnya, Go Ahead Eagles, gagal melangkah ke fase gugur Liga Eropa setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Braga. Hasil tersebut membuat Go Ahead Eagles finis di peringkat ke-28 dan harus mengakhiri kiprahnya di kompetisi Eropa musim ini.