Pasar ponsel di rentang harga Rp1 jutaan kian memanas, menghadirkan dilema menarik bagi konsumen: memilih perangkat baru dengan spesifikasi segar atau mengambil model lawas dari kelas menengah yang kini harganya jatuh di pasar sekunder. Pertarungan ini mempertemukan arsitektur modern melawan reputasi dan build quality premium masa lalu.
Duel Performa: Mesin Baru vs. Mantan Raja Kelas Menengah
Dalam duel ini, kita membandingkan Itel RS4 sebagai unit baru yang menawarkan spesifikasi kekinian dengan Xiaomi Redmi Note 9 Pro yang kini banyak diburu dalam kondisi bekas.
Secara jeroan, Itel RS4 membawa keunggulan platform yang lebih muda dengan mengandalkan MediaTek Helio G99 Ultimate. Chipset ini dikenal efisien dan stabil untuk kebutuhan gaming ringan hingga menengah. Game populer seperti Mobile Legends (MLBB) dan PUBG Mobile diklaim masih dapat berjalan pada setelan medium dengan frame rate yang cukup stabil. Arsitektur yang lebih baru juga membuat performa multitasking aplikasi harian terasa lebih responsif pada RS4.
Di sisi lain, Redmi Note 9 Pro mengandalkan Snapdragon 720G, sebuah chipset yang pernah menjadi favorit di kelas menengah. Dipadukan dengan GPU Adreno 618 dan CPU Kryo 465, performanya masih dianggap layak untuk penggunaan harian dan game menengah. Skor benchmark-nya yang berada di kisaran 300 ribuan membuatnya tetap kompetitif, meskipun secara usia platform sudah tertinggal beberapa generasi dari lawan barunya.
Keunggulan Visual dan Pengalaman Pengguna
Salah satu perbedaan paling signifikan terletak pada sektor tampilan. Itel RS4 tampil agresif dengan mengadopsi refresh rate 120Hz. Dampaknya terasa langsung saat melakukan scrolling maupun dalam game kompetitif, menghasilkan gerakan yang jauh lebih halus dan responsif.
Sementara itu, Redmi Note 9 Pro masih menggunakan layar standar 60Hz. Meskipun panelnya unggul dalam hal resolusi dan ketajaman Full HD+, pengalaman visualnya tidak sehalus layar dengan refresh rate tinggi milik RS4.
Pertimbangan Nilai Jual dan Risiko
Itel RS4 umumnya beredar sebagai unit baru di kisaran harga yang kompetitif, memberikan keuntungan berupa garansi resmi, baterai yang masih prima, dan risiko pemakaian yang minim.
Sebaliknya, Redmi Note 9 Pro di pasar bekas menawarkan potensi value lebih tinggi karena harga bekasnya bisa jauh lebih rendah, namun pengguna harus siap menghadapi risiko yang melekat pada unit seken, seperti kesehatan baterai, riwayat pemakaian, potensi burn-in layar, dan masa pembaruan perangkat lunak yang mungkin sudah mendekati akhir.
Kesimpulan Singkat: Jika prioritas Anda adalah rasa aman, layar super mulus, performa gaming yang lebih segar, serta baterai yang terjamin kondisinya, maka Itel RS4 sebagai unit baru adalah pilihan yang lebih logis.