20 Nov

GSM Award 2020, Apresiasi Pengelolaan Media Sosial Pemerintah di Tengah Krisis

Tahun 2020 ditandai dengan menjangkitnya pandemi Covid-19 di dunia dan di Indonesia yang membuat sebagian aktivitas masyarakat berpindah secara daring akibat kebijakan work from home, school from home, hingga karantina mandiri (self-quarantine). Segala kebutuhan vital dipenuhi secara daring, sehingga masyarakat semakin bergantung pada internet dan keterhubungan di media sosial.

Pada situasi tak pasti ini, media sosial pemerintah berperan penting dalam menyediakan informasi yang akurat. Ini adalah salah satu alasan utama diselenggarakannya GSM Award sebagai momen apresiasi terhadap kinerja pemerintah dalam mengelola akun media sosial, khususnya di masa krisis atau pandemi ini.

GSM Award 2020 akan dilaksanakan pada 29 November 2020 pukul 15.30 WIB dan dibuka oleh Dr. Widodo Muktiyo selaku Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Acara ini bisa disaksikan secara umum melalui YouTube live streaming pada tautan gsmsummit.id/gsmaward2020.

Kegiatan GSM Award 2020 diharapkan dapat mengapresiasi kinerja pengelolaan media sosial pemerintah dan memotivasi pemerintah untuk mengoptimalkan struktur pengelolaan media sosial, meningkatkan peran media sosial dalam publikasi informasi publik dan interaksi dengan masyarakat, serta meningkatkan kreativitas sekaligus kinerjanya dalam melayani masyarakat.

GSM Award 2020 Diikuti 249 Peserta, dengan Lebih dari 6 Juta Data, untuk 16 Kategori

GSM Award 2020 merupakan kegiatan penutup dari acara Government Social Media Summit 2020 (GSMS 2020) yang akan dilaksanakan pada 27–29 November 2020 oleh Awrago, bekerja sama dengan NoLimit, secara daring.

Penilaian GSM Award 2020 dilakukan mulai dari Oktober 2019–Oktober 2020. Aktivitas media sosial pemerintah dipantau dan datanya dianalis dan diklasifikasikan. Dari 249 peserta yang terdiri dari 34 kementerian, 50 lembaga, 34 pemprov, dan 131 BUMN, terkumpul sebanyak total 6.036.434 data media sosial dari berbagai platform yaitu Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube.

Seluruh data yang terkumpul dianalisis oleh Awrago dan NoLimit kemudian nominasi ditentukan secara kuantitatif dalam empat kategori masing-masing untuk empat tingkat instansi (kementerian, lembaga, pemprov, dan BUMN), yaitu Most Active, Most Engaging, Best Use of Images, dan Best Use of Videos.