Lebaran, momen suci penuh kehangatan keluarga, kali ini harus dilewati oleh salah satu talenta bulutangkis putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, dengan cara yang berbeda. Untuk pertama kalinya, Ubed—sapaan akrabnya—tak dapat berkumpul bersama orang-orang terkasihnya.
Ia harus rela merayakan hari raya Idulfitri jauh dari rumah, di tengah kesibukan menjalani serangkaian turnamen internasional BWF. Sebuah pengorbanan yang tak jarang harus diemban oleh para atlet profesional demi mengharumkan nama bangsa.
Pahit Manis Perjalanan Seorang Atlet Nasional
Kisah Ubed ini bukan hanya sekadar catatan kaki di kalender turnamen, melainkan cerminan dari kerasnya hidup seorang atlet elite. Mereka kerap dihadapkan pada pilihan sulit antara tugas negara dan kebahagiaan pribadi yang mendalam.
Jadwal turnamen BWF yang padat seringkali tidak mengenal hari libur nasional, apalagi perayaan keagamaan. Momen spesial seperti Lebaran atau Natal bisa saja bertepatan dengan kompetisi penting yang tak bisa ditinggalkan.
Jadwal BWF yang Tak Kenal Kompromi
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menyusun kalender turnamen global yang sangat ketat, mencakup puluhan seri dari BWF Tour Super 100 hingga Super 1000, serta kejuaraan mayor lainnya. Setiap turnamen memiliki poin krusial untuk peringkat dunia.
Peringkat inilah yang menentukan kesempatan seorang atlet untuk berlaga di ajang yang lebih besar, bahkan hingga Olimpiade. Oleh karena itu, melewatkan satu turnamen penting bisa berdampak signifikan pada prospek karier mereka.
Tekanan Mental Jauh dari Keluarga
Berada jauh dari keluarga, terutama saat momen Lebaran, tentu bukan hal mudah. Ada rindu masakan ibu, canda tawa sanak saudara, serta suasana salat Id berjamaah yang tak tergantikan di kampung halaman.
“Rasa rindu itu pasti ada, sangat dalam. Tapi, saya percaya ini adalah bagian dari perjuangan. Saya harus fokus di lapangan demi target yang lebih besar,” mungkin begitu gumam Ubed dalam hati, menguatkan diri.
Bukan Sekadar Bermain, Ini Adalah Pengabdian
Keputusan Ubed untuk tetap berkompetisi di luar negeri saat Lebaran bukanlah tanpa alasan yang kuat. Di balik setiap pukulan smash dan gerakan tangkas di lapangan, ada motivasi besar yang melandasinya.
Ini adalah tentang mimpi pribadi, ambisi untuk meraih prestasi tertinggi, serta rasa bangga mewakili Indonesia. Bendera Merah Putih yang tersemat di dada menjadi penawar rindu dan sumber semangat yang tak terbatas.
- Mengejar Peringkat Dunia: Setiap turnamen adalah kesempatan emas untuk mengumpulkan poin dan memperbaiki posisi di ranking BWF.
- Membangun Pengalaman: Berkompetisi di level internasional memperkaya pengalaman dan mental bertanding melawan lawan-lawan tangguh dari berbagai negara.
- Mengharumkan Nama Bangsa: Kemenangan adalah kebanggaan tidak hanya bagi pribadi atlet, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Inspirasi Generasi Muda: Pengorbanan Ubed bisa menjadi inspirasi bagi calon atlet muda untuk mengejar impian mereka.
Dukungan Penuh dari Tim dan Federasi
Dalam menghadapi situasi seperti ini, Ubed tidaklah sendiri. Ia selalu didampingi oleh tim pelatih, fisioterapis, dan rekan-rekan setim yang menjadi keluarga keduanya selama di perantauan.
Pengurus PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) juga berperan penting dalam memastikan kesejahteraan para atlet, termasuk menyediakan fasilitas komunikasi agar mereka tetap bisa terhubung dengan keluarga di rumah.
“Kami selalu berusaha memberikan dukungan terbaik kepada para atlet. Memang berat, tapi mereka tahu ini adalah bagian dari perjalanan. Kami adalah keluarga mereka di sini,” ujar salah seorang ofisial, memberikan pandangan realistis.
Pelajaran Berharga dari Sebuah Pengorbanan
Kisah Mohammad Zaki Ubaidillah ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang dedikasi luar biasa para pahlawan olahraga. Mereka rela mengorbankan momen personal demi mengejar prestasi yang membawa nama harum bangsa.
Setiap kali kita menyaksikan bendera Merah Putih berkibar di podium juara, ada pengorbanan tak terhitung yang telah dilalui. Ubed, dengan Lebaran pertamanya jauh dari keluarga, telah menunjukkan kematangan dan profesionalisme sebagai atlet sejati.







