Gareth Southgate Dihujat! Bintang Liverpool Diacuhkan, Roy Keane Tak Terima?

27 Maret 2026, 00:47 WIB

Pengumuman skuad Timnas Inggris selalu memicu perdebatan sengit, terutama di kalangan para pakar sepak bola dan penggemar.

Namun, kali ini, keputusan Gareth Southgate untuk tidak memanggil bintang Liverpool, Trent Alexander-Arnold, telah menyulut amarah yang luar biasa.

Advertisement

Salah satu suara paling vokal datang dari legenda Manchester United, Roy Keane, yang tak ragu melontarkan kritik pedas.

Kritikan Pedas Roy Keane: TAA Lebih Baik dari yang Lain?

Roy Keane, yang dikenal karena komentarnya yang blak-blakan, mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka atas keputusan Southgate.

Keane berpendapat bahwa beberapa pemain yang dipanggil ke skuad Inggris memiliki kualitas yang jelas di bawah standar Alexander-Arnold.

“Saya merasa beberapa pemain yang dipanggil punya kualitas di bawah Alexander-Arnold,” demikian kira-kira esensi dari kritik tajam Keane yang memicu gelombang perdebatan.

Ia mempertanyakan kriteria seleksi Southgate, khususnya di posisi bek kanan, di mana Inggris memiliki banyak pilihan.

Siapa Sebenarnya Trent Alexander-Arnold?

Trent Alexander-Arnold bukan sekadar bek kanan biasa; ia adalah arsitek serangan dari sisi lapangan, seorang playmaker yang beroperasi dari posisi bek sayap.

Dengan visi umpannya yang luar biasa, kemampuan memberikan assist, dan keahlian bola-bola mati, TAA telah menjadi jantung serangan Liverpool selama bertahun-tahun.

Ia telah memenangkan Liga Primer, Liga Champions, dan berbagai trofi lainnya bersama The Reds, membuktikan kualitas kelas dunianya.

Dilema Gareth Southgate: Mengapa TAA Dikesampingkan?

Meskipun memiliki kemampuan menyerang yang brilian, TAA seringkali menjadi subjek perdebatan mengenai aspek pertahanannya.

Inilah yang sering disebut-sebut sebagai alasan utama di balik keengganan Gareth Southgate untuk menjadikannya pilihan utama di Timnas Inggris.

Southgate dikenal sebagai manajer yang sangat memprioritaskan soliditas pertahanan dan keseimbangan tim.

Ia mungkin merasa bahwa gaya bermain TAA yang sangat menyerang bisa meninggalkan ruang terbuka di lini belakang, terutama saat menghadapi lawan-lawan kuat.

Filosofi Pragmatis Southgate

Filosofi Southgate cenderung pragmatis, fokus pada struktur yang kokoh dan kemampuan pemain untuk beradaptasi dengan berbagai formasi.

Baginya, aspek pertahanan seorang bek sayap seringkali sama pentingnya, jika tidak lebih penting, daripada kontribusi serangannya.

Persaingan Sengit di Posisi Bek Kanan Inggris

Inggris saat ini diberkati dengan kekayaan talenta di posisi bek kanan, mungkin yang terbaik di dunia.

Ini menambah kompleksitas dalam pemilihan skuad, dan Southgate harus membuat keputusan sulit di antara para pemain top.

Pilihan Lain Southgate

  • Kyle Walker (Manchester City): Kecepatan luar biasa, pengalaman, dan kemampuan untuk bermain sebagai bek tengah dalam formasi tiga bek.
  • Kieran Trippier (Newcastle United): Kemampuan bertahan yang solid, keahlian bola mati, dan fleksibilitas bermain di kedua sisi lapangan.
  • Reece James (Chelsea): Kombinasi kekuatan fisik, kecepatan, dan kemampuan menyerang serta bertahan yang seimbang.

Setiap pemain ini membawa karakteristik unik yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan taktis Southgate pada momen tertentu.

Perdebatan Tak Berujung: Klub vs. Negara

Situasi Trent Alexander-Arnold menyoroti perdebatan klasik dalam sepak bola: apakah seorang pemain harus dipilih berdasarkan performa klubnya yang brilian, atau berdasarkan kesesuaian dengan sistem dan filosofi pelatih tim nasional?

Roy Keane dan banyak penggemar berargumen bahwa bakat individu TAA terlalu besar untuk diabaikan, terlepas dari kekurangannya.

Namun, Southgate harus mempertimbangkan dinamika tim secara keseluruhan, chemistry, dan bagaimana setiap pemain berkontribusi pada stabilitas.

Masa Depan TAA di Timnas Inggris: Sebuah Adaptasi?

Pertanyaan besar sekarang adalah, apa yang harus dilakukan TAA untuk kembali mendapatkan kepercayaan Southgate?

Beberapa pengamat menyarankan agar TAA mungkin perlu beradaptasi dengan peran yang lebih sentral di lini tengah, di mana kemampuan passing dan visinya bisa dimanfaatkan tanpa terlalu membebani aspek pertahanan.

Atau, ia harus menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek defensif permainannya untuk membuktikan dirinya sebagai bek kanan yang lebih komplet.

Keputusan Southgate dan reaksi Roy Keane hanyalah puncak gunung es dari perdebatan yang lebih luas tentang arah dan identitas Timnas Inggris.

Baik itu masalah taktik, keseimbangan tim, atau penilaian individu, satu hal yang pasti: Trent Alexander-Arnold tetap menjadi salah satu topik paling hangat di dunia sepak bola Inggris.

Advertisment

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari GSMSummit.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang